Dunia esports Indonesia tidak akan lengkap jika kita tidak membicarakan sang ‘Landak Kuning’, ONIC Esports. Tim yang identik dengan warna kuning cerah ini telah menjelma menjadi kekuatan dominan, tidak hanya di level nasional melalui MPL ID, tetapi juga di kancah internasional. Namun, di balik kegemilangan para pemain bintang di atas panggung, ada sosok arsitek strategis yang jarang tersorot kamera secara langsung: CEO ONIC Esports.
Banyak penggemar mungkin hanya mengenal Coach Yeb atau Kairi, namun kepemimpinan tingkat atas adalah kunci mengapa ONIC tetap konsisten meski ekosistem esports sangat fluktuatif. Memahami siapa sosok di balik layar ini dan bagaimana visi mereka bekerja akan memberikan kita gambaran tentang cara membangun organisasi olahraga modern yang berkelanjutan dan penuh prestasi.
Mengenal Sosok di Balik Layar: Justin Widjaja sebagai CEO ONIC Esports

Justin Widjaja adalah nama yang memegang kendali sebagai CEO ONIC Esports. Bersama dengan Robynto yang menjabat sebagai Managing Director, mereka membentuk duet kepemimpinan yang solid untuk membawa ONIC dari sekadar tim hobi menjadi organisasi profesional bernilai jutaan dolar. Justin dikenal sebagai sosok yang visioner dan sangat memahami bahwa esports bukan hanya soal bermain game, melainkan soal hiburan dan manajemen bakat.
Di bawah kepemimpinannya, ONIC Esports berhasil menciptakan branding yang sangat kuat. Justin tidak hanya fokus pada kemenangan di setiap turnamen, tetapi juga pada bagaimana setiap pemain bisa menjadi ikon bagi para penggemar. Strategi ini terbukti efektif menjadikan ONIC sebagai salah satu tim dengan basis penggemar paling loyal di Indonesia, yang dikenal dengan sebutan SONIC.
Visi Besar Membangun Ekosistem Bukan Sekadar Tim Gaming
Apa yang membedakan CEO ONIC Esports dengan pemilik tim lainnya adalah pandangannya terhadap industri ini. Sejak awal berdiri pada tahun 2018, misi utamanya adalah menjadikan ONIC sebagai organisasi gaya hidup (lifestyle) dan hiburan. Hal ini terlihat dari cara ONIC mengelola konten-konten media sosial mereka yang sangat interaktif dan kreatif.
Justin Widjaja dan tim manajemen menyadari bahwa prestasi di lapangan bisa saja naik turun, namun sebuah merek (brand) yang kuat akan tetap bertahan. Oleh karena itu, ONIC sangat selektif dalam memilih sponsor dan kolaborasi. Mereka ingin memastikan bahwa setiap mitra yang masuk memiliki visi yang sama untuk memajukan industri kreatif digital di tanah air.
Filosofi Pembinaan Bakat dan Pencarian Pemain
Salah satu pencapaian terbesar manajemen di bawah CEO ONIC Esports adalah keberanian melakukan terobosan dalam rekrutmen. Keputusan untuk mendatangkan pelatih dan pemain dari Filipina, seperti Coach Yeb dan Kairi, sempat memicu perdebatan di kalangan komunitas. Namun, visi manajemen membuktikan bahwa integrasi talenta internasional adalah kunci untuk meningkatkan level kompetisi.
Strategi ini bukan sekadar ‘beli jadi’, melainkan sebuah proses transfer ilmu. CEO ONIC Esports memastikan bahwa kehadiran pemain asing mampu memicu pemain lokal untuk berkembang lebih pesat. Hasilnya? ONIC berhasil mencatatkan sejarah dengan meraih gelar juara MPL ID tiga kali berturut-turut (Three-peat) dan mendominasi ajang MSC.
Rahasia Manajemen: Mengutamakan Kesejahteraan dan Mentalitas Juara
Menjadi seorang CEO dalam organisasi esports berarti harus siap mengelola ego anak-anak muda berbakat. Justin Widjaja menekankan pentingnya atmosfer kekeluargaan di dalam Gaming House (GH). Baginya, performa maksimal hanya bisa dicapai jika para pemain merasa nyaman dan didukung secara mental maupun fisik.
Manajemen ONIC Esports menyediakan fasilitas kelas atas, mulai dari nutrisi yang terjaga hingga dukungan psikologis. Inilah yang membuat pemain seperti Sanz, Kiboy, dan CW tetap setia berseragam kuning meski banyak tawaran menggiurkan dari tim luar. CEO ONIC Esports berhasil menciptakan budaya kerja di mana ‘loyalitas’ bukan sekadar kata, melainkan hasil dari apresiasi manajemen yang tulus.
Ekspansi Global dan ONIC PH
Visi global Justin Widjaja tidak berhenti di Indonesia saja. Keberaniannya melebarkan sayap dengan membentuk ONIC PH di Filipina adalah bukti ambisi besar sang CEO. Meskipun menghadapi tantangan regulasi dan perbedaan budaya, ONIC PH sempat menjadi salah satu tim terkuat di dunia dan melahirkan banyak talenta hebat yang kini tersebar di berbagai region.
Langkah ekspansi ini menunjukkan bahwa di bawah kendalinya, ONIC Esports tidak ingin hanya menjadi raja lokal. Mereka ingin membangun jaringan esports yang terkoneksi di Asia Tenggara, menjadikan nama ONIC sebagai standar emas manajemen tim profesional di Asia.
Peran ONIC Angels dalam Membangun Brand Awareness
Strategi cerdas lainnya dari manajemen CEO ONIC Esports adalah pengembangan ‘ONIC Angels’. Mereka adalah para Brand Ambassador yang tidak hanya memiliki penampilan menarik, tetapi juga kepribadian yang kuat untuk mewakili brand ONIC. Kehadiran para Angels ini berhasil menjembatani kesenjangan antara hardcore gamers dengan audiens umum.
Melalui konten-konten yang menghibur dan edukatif, para Brand Ambassador ini membantu meningkatkan engagement brand di platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube. Ini adalah bukti nyata bahwa manajemen ONIC memahami cara kerja algoritma media sosial masa kini untuk mendukung pertumbuhan bisnis organisasi.
Menghadapi Tantangan Masa Depan Industri Esports
Industri esports sangat dinamis dan penuh ketidakpastian. CEO ONIC Esports menyadari bahwa mereka tidak boleh cepat puas. Dengan munculnya game-game baru dan perubahan format turnamen, manajemen harus selalu lincah dalam bermanuver. Justin Widjaja terus mendorong timnya untuk berinovasi, baik dari segi teknis permainan maupun monetisasi bisnis.
Fokus ke depan bagi ONIC bukan hanya soal menambah trofi, tetapi juga soal keberlanjutan ekonomi tim. Pengembangan merchandise, akademi esports, hingga kolaborasi dengan brand-brand non-endemik menjadi agenda utama manajemen untuk memastikan ‘Si Landak Kuning’ tetap berlari kencang hingga puluhan tahun mendatang.
Kesimpulan: Kepemimpinan yang Membawa Perubahan
Kepemimpinan Justin Widjaja sebagai CEO ONIC Esports telah memberikan standar baru bagi manajemen organisasi esports di Indonesia. Dengan kombinasi antara insting bisnis yang tajam, kepedulian terhadap pemain, dan keberanian mengambil risiko, ia berhasil membawa ONIC ke puncak dunia.
Bagi Anda para penggemar esports, keberhasilan ONIC adalah pengingat bahwa di balik setiap kemenangan gemilang, ada manajemen yang bekerja keras memastikan semuanya berjalan sesuai rencana. Si Landak Kuning kini bukan lagi sekadar tim, melainkan simbol kebanggaan dan profesionalisme di industri digital masa depan.
